Pengobatan dalam Sejarah: Apa Kemajuan Medis yang Telah Terjadi Semasa Hidup Anda?

Kru ambulans Perang Dunia 1
Welcome Images, CC BY 4.0 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0, via Wikimedia Commons https://commons.wikimedia.org/wiki/File:World_War_One;_Aldershot_photograph;_ambulance_Wellcome_L0009277.jpg

Mari selami lebih dalam tentang pengobatan dalam sejarah. Sementara kita mungkin familier dengan beberapa teknik medis dan pengobatan umum yang ditemukan saat ini, sejarah praktik medis telah berlangsung selama berabad-abad.

Jadi, mari kita kembali ke masa lalu dan telusuri kembali metode penyembuhan kuno di dunia. Dari sana, kita akan mengikuti lini masa alami sejarah dan belajar tentang perbaikan dan kemajuan yang mengarah pada pengobatan modern.

Pengobatan Kuno

Berdasarkan artefak dan sisa-sisa manusia, para ahli dapat membuat tebakan teredukasi tentang seperti apa praktik medis sebelum 3.000 SM.

Apa Tantangan Kesehatan yang Orang-Orang Hadapi?

Penyakit dan gangguan kesehatan masih umum terjadi di zaman kuno. Banyak dari penyakit ini berkaitan dengan tulang. Berikut adalah daftar singkat beberapa penyakit yang diketahui selama periode ini:

  • Osteoartritis: Terutama mempengaruhi sendi, osteoartritis adalah penyakit di mana tulang rawan terkikis seiring dengan berjalannya waktu. Penyakit ini diperkirakan telah umum terjadi di zaman prasejarah, karena orang-orang yang hidup di zaman ini terus-menerus mengangkat benda berat. 
  • Rakitis: Penyakit ini terjadi pada anak-anak. Rakitis melemahnya tulang akibat kekurangan vitamin D. 
  • Mikrofraktur: Beberapa tulang dari zaman ini telah ditemukan dengan mikrofraktur pada tulang belakang, yang disebabkan oleh aktivitas menyeret dan mengangkat batu dan benda berat lainnya. Spondilosis adalah istilah lain untuk menggambarkan fraktur atau kelemahan pada tulang belakang. Beberapa orang masih menderita spondilosis di zaman modern. 
  • Infeksi: Luka kecil, memar, dan fraktur dapat dengan mudah terinfeksi jika tidak dirawat dengan benar. Sebelum antibiotik dan obat-obatan lain dikembangkan atau ditemukan, orang-orang memiliki cara yang lebih terbatas untuk melawan infeksi, yang berarti luka terkadang memburuk dan bernanah. 
Tengkorak Inca dengan lubang yang dibor di dalamnya
Tengkorak Inca ini menunjukkan tanda-tanda trepanasi (lubang yang dibor di tengkorak).

Apa Pengobatan yang Telah Digunakan?

Penyakit dan cedera kemungkinan besar diobati dengan tanaman dan ramuan herbal. Orang-orang bergantung pada apa yang dapat diberikan bumi. Berdasarkan beberapa bukti kuno, orang-orang diperkirakan telah menggunakan hal-hal berikut untuk mengobati tubuh:

  • Obat herbal, seperti yarrow, mallow, dan kulit pohon willow, digunakan untuk membantu mengatasi pendarahan, membersihkan luka, dan menghilangkan rasa sakit.  
  • Tanah dan tanah liat digunakan untuk mengobati luka dan membantu perawatan setelah operasi.  
  • Beberapa operasi dilakukan di zaman kuno! Bukti menunjukkan bahwa orang-orang terkadang melakukan prosedur yang disebut trepanasi. Prosedur ini melibatkan pengeboran lubang ke dalam tengkorak, mungkin dengan harapan meredakan sakit kepala atau epilepsi. 

Pengobatan di Zaman Alkitab

Dari 3000 SM hingga 500 M, pengobatan dipraktikkan dengan berbagai cara di berbagai belahan dunia. Mari kita lihat beberapa peradaban paling dikenal di era ini.

Mesir Kuno

Beberapa teks medis paling awal berasal dari orang Mesir. Beberapa set papirus menggambarkan praktik medis mereka. Salah satunya, disebut papirus Ebers, mencakup lebih dari 700 resep. Resep-resep ini adalah campuran dari pengobatan alami dan magis. Orang Mesir Kuno percaya bahwa pengobatan dan sihir dapat berjalan beriringan.

Teks lainnya mengungkapkan pengetahuan tentang tumor dan masalah kesuburan wanita. Orang Mesir Kuno juga membuat penemuan tentang anatomi manusia, operasi eksperimental, dan penggunaan tanaman untuk pengobatan.

Siapakah Dokter Pertama?

Dokter pertama yang diketahui adalah Imhotep, seorang kanselir Mesir untuk Raja Djoser sekitar 2600  SM. Yang cukup menarik, teks yang merujuk pada pekerjaan Imhotep sebagai dokter tidak ditulis sampai sekitar 2.000 tahun setelah kematiannya. Kisah-kisah tentang kemampuan penyembuhan Imhotep berkembang hingga orang Mesir dan orang Yunani menyamakannya dengan dewa pengobatan mereka, sehingga memberinya status dewa bagi mereka. Imhotep juga dikenal karena merancang salah satu piramida paling awal.

India Kuno

India Kuno mengembangkan sistem medis yang disebut Ayurveda, yang masih digunakan hingga saat ini. Dalam bahasa Sansekerta, kata ini pada dasarnya berarti “ilmu kehidupan.” Sistem Ayurveda menyarankan bahwa tubuh terdiri dari tiga kekuatan: roh, dahak, dan empedu. Perawatan termasuk pengobatan herbal, pijat, meditasi, dan modifikasi diet.

Sama seperti orang Mesir, orang India percaya bahwa sihir dan agama berpengaruh terhadap pengobatan dan tubuh. Namun, tidak seperti orang Mesir, mereka memiliki pengetahuan yang lebih terbatas tentang anatomi manusia. Banyak orang India Kuno mempraktikkan agama Hindu dan percaya bahwa tubuh orang yang meninggal tidak boleh dipotong dengan pisau. Otopsi dianggap ofensif, dan jenazah sering dikremasi.

Tiongkok Kuno

Jarum akupunktur Cina

Pada Dinasti Shang, orang Tionghoa kuno percaya bahwa penyakit berasal dari hal-hal supernatural, seperti setan merasuki tubuh atau seseorang yang dikutuk oleh leluhur yang tersinggung. Teori kuman tidak muncul sampai tahun 1800-an, dan orang-orang di zaman kuno menemukan teori mereka sendiri tentang penyakit yang tak terlihat.

Praktik umum di Tiongkok kuno termasuk akupunktur dan pengobatan herbal. Teknik medis ini dilakukan untuk menyelaraskan tubuh dan mengembalikan keseimbangan yin dan yang.

Yunani Kuno

Jika Anda menderita suatu penyakit, orang Yunani kuno sering percaya bahwa Anda dikutuk oleh para dewa. Jika Anda sembuh, itu adalah karunia dari para dewa. Namun, agama tidak memiliki pengaruh yang sama terhadap orang Yunani kuno seperti di bagian lain dunia.

Praktik medis Yunani kuno mendorong pengamatan dan pengalaman praktis, mendekatkan orang-orang dengan pengetahuan dan praktik medis yang kita kenal sekarang. Hippokrates mengemukakan gagasan bahwa penyakit berasal dari penyebab alami. Orang Yunani menggunakan pengobatan herbal dan melakukan operasi.

Roma Kuno

Sebelum dipengaruhi oleh pengobatan Yunani, pengobatan Romawi kuno lebih berfokus pada agama dan sihir.

Orang Romawi meningkatkan metode kebersihan dan alat bedah. Mereka bahkan mulai mendirikan rumah sakit. Galen sangat berpengaruh karena dia memberikan banyak studi tentang anatomi manusia dan pembedahan.

Pengobatan Pascaklasik

Pada akhir periode kuno, pengobatan berkembang pesat di seluruh dunia. Namun, untuk sementara waktu, agama dan takhayul lebih diutamakan daripada sains dalam praktik pengobatan.

Mikroskop majemuk pertama ditemukan pada tahun 1590.
Welcome Images, CC BY 4.0 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0, via Wikimedia Commons https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Compound_monocular_microscope,_Europe,_1681-1720_Wellcome_L0057242.jpg

Manusia masih harus menempuh jalan panjang sebelum pengobatan menjadi seperti sekarang di zaman modern. Berikut adalah beberapa terobosan medis yang terjadi pada Abad Pertengahan, Renaisans, dan abad ke-18.

  • 1025: Cendekiawan Islam Avicenna menulis ensiklopedia medis. 
  • 1543: Andreas Vesalius mempelajari lebih lanjut tentang anatomi melalui pembedahan. 
  • 1590: Pembuat kacamata asal Belanda Hans dan Zacharias Janssen menciptakan mikroskop majemuk pertama. Kemampuan untuk memperbesar objek dengan mikroskop membantu dokter untuk mempelajari lebih lanjut tentang mikroorganisme yang hidup dalam tubuh manusia. 
  • 1628: William Harvey menemukan sirkulasi darah. 
  • 1676: Antonie van Leeuwenhoek menemukan bakteri. 
  • 1796: Ketika Edward Jenner mengembangkan vaksin cacar pada tahun 1796, intervensi penyakit dan imunologi berkembang pesat. 

Pengobatan Modern

Abad ke-19 menyaksikan peningkatan besar dalam penemuan medis. Dokter telah meningkatkan dan menyederhanakan proses otopsi dan pembedahan, sehingga orang-orang lebih memahami cara kerja tubuh manusia. Penemuan seperti anestesi memungkinkan dokter untuk melakukan operasi internal dengan aman. Penemuan ini mendorong riset lebih lanjut tentang cara memperbaiki masalah internal dalam tubuh.

Terobosan Abad ke-18 dan ke-19

  • Anestesi: Pada tahun 1846, William T. G. Morton adalah orang pertama yang berhasil membius pasien untuk melakukan operasi. Penggunaan eter dan kloroform yang tepat memperkenankan operasi tanpa rasa sakit.
Baron Joseph Lister dengan staf rumah sakitnya pada 1890-an
Welcome Images, CC BY 4.0 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0, via Wikimedia Commons
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Baron_Lister_(seated)_with_his_staff,_Victoria_ward,_King%27s_Wellcome_V0027907.jpg

  • Teori Kuman: Sulit untuk menentukan masalah jika Anda tidak dapat melihatnya dengan jelas, bukan? Sebelum para ilmuwan dan dokter tahu tentang kuman, mereka percaya bahwa penyakit muncul begitu saja. Louis Pasteur memimpin percobaan pada tahun 1861 yang membuktikan bahwa penyakit menular disebabkan oleh organisme mikroskopis. Setelah para ilmuwan dan dokter tahu tentang kuman, mereka bisa membuat perbaikan dalam hal kebersihan dan antiseptik. 
  • Antiseptik: Antiseptik ditemukan pada tahun 1860-an oleh Joseph Lister. Teknik sterilisasinya membantu mengurangi infeksi. 
  • Sinar-X: Wilhelm Roentgen menemukan sinar-X pada tahun 1890-an ketika bereksperimen dengan sinar katode, sehingga merevolusi diagnostik selamanya. 

Terobosan Abad ke-20

  • Transfusi Darah: Golongan darah yang berbeda-beda mulai dikenal pada awal abad ke-20. Ludwig Hektoen adalah orang pertama yang menyarankan pencocokan golongan darah donor dan pasien untuk membuat transfusi darah lebih aman bagi pasien. 
  • Insulin: Pada tahun 1921, Frederick Banting dan Charles Best mengembangkan insulin, yang dapat mengobati diabetes. Ini adalah pengobatan diabetes pertama yang berhasil. 
  • Antibiotik: Antibiotik telah memberikan dampak besar di dunia medis, semua berkat Alexander Fleming dan cawan petrinya yang berisi jamur dan bakteri. 
Apa Penemuan Terbesar dalam Pengobatan?
Sementara istilah terbesar bersifat subjektif, pengobatan yang sering dianggap memiliki dampak terbesar dalam sejarah adalah penisilin. Penisilin pertama kali dikembangkan pada tahun 1928. Hal ini dianggap sebagai antibiotik resmi pertama untuk mengobati penyakit bakteri. Penisilin digunakan saat ini untuk mengobati penyakit umum seperti radang tenggorokan, infeksi telinga, infeksi saluran kemih—hampir semua infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Sejak ditemukan pada tahun 1928 (dan penggunaan pertamanya pada tahun 1942), penisilin diperkirakan telah menyelamatkan lebih dari 200 juta jiwa.

  • Struktur DNA: Penemuan ini dianggap sebagai salah satu penemuan ilmiah paling terkenal sepanjang masa. Pada tahun 1953, Rosalind Franklin, James Watson, dan Francis Crick menemukan dan mengembangkan model 3D struktur DNA dengan menggunakan difraksi sinar-X. 
  • Transplantasi Organ: Transplantasi organ belum ada selama yang Anda kira. Faktanya, baru pada tahun 1954 Dr. Joseph Murry dan David Hume berhasil mentransplantasi ginjal. Selama dekade berikutnya, transplantasi paru-paru, pankreas, hati, dan jantung dilakukan. Prosedur transplantasi terus meningkat dan berkembang sejak keberhasilan pertama. 
  • CT Scan dan MRI: Sinar-X jelas membantu, tetapi CT scan dan MRI pada 1970-an memiliki pencitraan yang lebih maju, merevolusi diagnostik lebih jauh. 

Terobosan Abad ke-21

Seorang ilmuwan menelaah genom manusia dan DNA.

  • Bedah Robotik: Sejak 1960-an, dokter telah mencoba menemukan cara untuk menggunakan robot untuk melakukan pembedahan. Sistem Bedah da Vinci adalah sistem bedah robotik pertama yang disetujui FDA pada tahun 2000. Ini membantu dokter bedah dalam prosedur invasif minimal. 
  • Proyek Genom Manusia: Pada tahun 2003, sebuah proyek riset ilmiah penting memetakan DNA manusia. Upaya ini mengarah pada pengobatan genetik dan perawatan yang lebih personal. 
  • Pengeditan Gen CRISPR: Teknologi pengeditan gen dikembangkan pada tahun 2012. Pengeditan gen memperkenankan penyakit genetik untuk dimodifikasi atau disembuhkan. 
  • Kecerdasan Buatan: AI sekarang membantu mendiagnosis penyakit, memprediksi wabah, dan merancang obat lebih cepat. 

Tentu saja, kita baru seperempat jalan melalui abad ke-21. Masih banyak yang harus dikembangkan dan ditemukan!

Pengobatan dalam Keluarga Anda

Dengan semua penemuan dan kemajuan medis profesional ini, keluarga sering mewariskan tradisi kesehatan dari generasi ke generasi. Kakek buyut, kakek nenek, dan bahkan orang tua Anda mungkin memiliki beberapa cerita menarik tentang bagaimana dunia medis telah berubah!

Jika Anda tertarik untuk menuliskan pengalaman keluarga Anda dengan pengobatan dalam sejarah, berikut adalah beberapa pertanyaan yang dapat Anda ajukan:

  • Apakah orang tua atau kakek nenek Anda memiliki pengobatan rumahan yang mereka gunakan ketika Anda sakit untuk membantu Anda merasa lebih baik? 
  • Apakah orang tua atau kakek nenek Anda pernah mengalami penyakit yang tidak Anda alami di masa kecil (seperti cacar air, polio, influenza, batuk rejan, dan sebagainya)? Seperti apa pengalaman itu? 
  • Bagaimana pengobatan dan perawatan kesehatan sekarang berbeda dari ketika orang tua atau kakek nenek Anda masih muda? 

Jika Anda memiliki anggota keluarga yang berprofesi di bidang perawatan kesehatan, tanyakan kepada mereka bagaimana mereka telah melihat perubahan pengobatan dari waktu ke waktu sejak mereka pertama kali mengenyam pendidikan mereka. Anda mungkin terkejut dengan seberapa jauh kemajuan pengobatan saat ini.
Jangan lupa untuk mencatat kisah keluarga Anda di Memori FamilySearch!




Di FamilySearch kami peduli untuk menghubungkan Anda dengan keluarga Anda, dan kami menyediakan pengalaman penemuan yang menyenangkan serta layanan sejarah keluarga secara cuma-cuma. Mengapa? Karena kami menghargai keluarga dan percaya bahwa menghubungkan generasi-generasi dapat meningkatkan kehidupan kita sekarang dan selamanya. Kami adalah organisasi nirlaba yang disponsori oleh Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang kepercayaan kami, klik di sini.

tagsLabel
aboutContributorHeading
Abby was born and raised in Utah and has a bachelor’s degree in communications from Brigham Young University. She has a lifelong love for reading, and her passions include almost anything to do with the world of books, including writing, editing, and designing.